HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Nando Watu Sebut Analogi Ende Lio Nage Sangat Kontekstual untuk Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat

Ferdinandus Watu,S.Fil saat memberikan sambutan dalam acara Launching Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat di SDK Wolefeo (Foto : NP/EB)

Ende - Nusapagi.com || Ferdinandus Watu,S.Fil atau yang akrab disapa Nando Watu, Anggota DPRD Ende dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang diambil oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, dalam mewujudkan gerakan sekolah bersih dan sehat dalam acara launching di SDK Wolefeo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende, Sabtu (22/03/2025).

Nando Watu membagikan pandangannya mengenai relevansi gerakan ini dengan filosofi Ende Lio Nage yang menurutnya sangat kontekstual untuk mendorong perubahan dalam dunia pendidikan di Ende.

Apresiasi saya sampaikan kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dan seluruh jajarannya yang telah menyuarakan visi Ende Baru terkait dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Semua ini tercermin dalam semangat Ende Baru yang menjadi tagline Bupati dan Wakil Bupati Ende periode 2025 - 2030.

"Di sini Ibu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende bersama jajarannya sudah secara baik menerjemahkan program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati, untuk Ende yang unggul di bidang SDM dengan melakukan inovasi dan kreativitas luar biasa dalam bentuk Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat," ujar Nando dalam sambutannya.

Nando kemudian mengaitkan gerakan ini dengan analogi Ende Lio Nage yang melibatkan sebelas nilai utama dari setiap huruf yang ada dalam kata Ende Lio Nage, yakni Empati, Networking, Dedikasi, Energik, Love, Inovasi, Organize, Next, Aksi, Gerakan dan Evaluasi.

E – Empati (Peduli) Nando memulai dengan menekankan pentingnya kepedulian dalam menciptakan sekolah yang sehat. "Gerakan ini dimulai dari kepedulian. 

Apresiasi saya untuk Kepala Sekolah Wolefeo yang telah menjadi pelopor dalam kegiatan ini. Hal yang menarik adalah ini terjadi di sekolah swasta, yang menunjukkan bahwa tidak ada sekat antara sekolah negeri dan swasta dalam hal kepedulian. Bupati Ende menunjukkan kepedulian yang tidak memihak, dan di sini lah empati harus dimulai.

N – Networking (Jejaring) “Gerakan ini memerlukan jejaring dan keterbukaan, karena kita tidak bisa berjalan sendirian. Untuk itu, penting untuk membangun kerja sama antar pihak. Nando menekankan bahwa kolaborasi antar sekolah, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan.

D – Dedikasi (Pengorbanan) Nando menekankan bahwa untuk menciptakan sekolah yang bersih dan sehat, dibutuhkan pengorbanan. Menciptakan sekolah yang sehat dan bersih tidaklah mudah, tetapi jika kita berkomitmen, kita bisa mencapainya dengan pengorbanan dan dedikasi.

E – Energik (Semangat) Gerakan ini membutuhkan semangat yang tinggi. Kita membutuhkan pribadi yang energik untuk mewujudkan semangat Ende Baru yang unggul dalam menciptakan SDM yang berkualitas. Sebagaimana pepatah Latin mengatakan, mens sana in corpore sano (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat).

L – Love (Cinta) Nando juga menekankan pentingnya cinta dalam setiap langkah yang diambil. "Segala sesuatu yang kita kerjakan, khususnya terkait dengan Ende Baru, harus dilakukan dengan cinta kasih. Tanpa cinta, semangat itu akan pudar.

I – Inovasi "Inovasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Di era digital saat ini, kita harus mampu berpikir global dan bertindak lokal," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa di Jepang saat ini sudah memasuki era 5.0, yang menunjukkan bahwa kita harus lebih cepat beradaptasi.

O – Organize (Mengorganisir) Gerakan ini membutuhkan pengorganisasian yang baik, terutama di kalangan siswa. "Kita perlu mengorganisir kelompok kecil di sekolah agar mereka peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Kita harus mulai melatih diri untuk membuang sampah pada tempatnya, serta mengkampanyekan kebersihan dan kesehatan."

N – Next (Langkah Selanjutnya) Setelah Wolefeo menjadi embrio gerakan ini, Nando mendorong untuk memperluas gerakan ke sekolah-sekolah lainnya. "Setelah Wolefeo, bagaimana gerakan ini bisa menyebar lebih luas ke sekolah-sekolah lainnya?"

A – Aksi Gerakan ini membutuhkan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat. "Kami mengajak semua untuk bersama-sama bergerak dalam aksi nyata."

G – Gerakan "Gerakan ini bukan hanya sebuah kampanye, tetapi perubahan nyata yang harus terus digerakkan dengan semangat bersama," tambah Nando.

E – Evaluasi "Evaluasi penting agar kita dapat melihat sejauh mana gerakan ini berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Evaluasi menjadi kunci untuk kemajuan," imbuhnya.

Gerakan Sekolah Bersih dan Sehat yang digagas di Ende melalui analogi Ende Lio Nage ini diharapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan penuh semangat inovasi.***(NP/Efrid Bata)


Posting Komentar
Tutup Iklan